Prosedur Perawatan dan Kalibrasi Biological Safety Cabinet di Laboratorium

Membeli instrumen laboratorium berspesifikasi tinggi hanyalah langkah awal dalam membangun ekosistem penelitian yang aman. Sebuah perlengkapan keamanan biologis yang tidak dirawat akan kehilangan fungsi proteksinya secara perlahan seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, penerapan jadwal pemeliharaan preventif dan pelaksanaan kalibrasi biosafety cabinet secara rutin merupakan sebuah keharusan mutlak, bukan sekadar opsi tambahan. Artikel ini mengupas secara detail bagaimana prosedur ini dijalankan untuk memastikan keselamatan operator dan keutuhan sampel riset.

Pentingnya Perawatan Rutin

Sistem penyaringan udara sangat rentan terhadap penumpukan partikel, fluktuasi voltase listrik, dan kelalaian operasional. Tanpa perawatan, aliran udara di dalam ruang kerja dapat menjadi turbulen (tidak beraturan). Turbulensi aliran udara inilah yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan udara yang terkontaminasi terlempar keluar dari tirai udara pelindung dan terhirup oleh laboran.

Perawatan yang konsisten memperpanjang umur masa pakai motor blower dan filter. Filter yang terlalu kotor akan memaksa blower bekerja ekstra keras, yang pada akhirnya akan merusak komponen motor elektronik. Rutinitas perawatan harian dapat dilakukan oleh analis laboratorium, namun inspeksi mendalam harus diserahkan kepada ahli.

Prosedur Pembersihan Harian dan Mingguan

Tanggung jawab utama operator sebelum dan sesudah menggunakan alat adalah menjaga kebersihan mekanis dan dekontaminasi permukaan. Proses ini melibatkan pembersihan seluruh meja kerja baja tahan karat menggunakan larutan desinfektan, seperti alkohol 70% atau agen pembersih spesifik lainnya. Penting untuk diingat bahwa bahan berbasis klorin (seperti pemutih) dapat menyebabkan korosi pada panel baja jika tidak segera dibilas dengan air steril.

Selain permukaan meja, panel kaca depan (sash) dan dinding samping harus rutin dilap. Grill aliran udara di bagian depan dan belakang meja kerja sama sekali tidak boleh terhalang oleh kertas, plastik, atau alat-alat laboratorium. Terhalangnya grill ini akan langsung mengganggu struktur aliran udara yang telah dikalibrasi oleh pabrik.

Kalibrasi Biosafety Cabinet: Kapan Harus Dilakukan?

Kalibrasi atau sertifikasi ulang adalah proses validasi independen yang memverifikasi bahwa kabinet beroperasi sesuai dengan spesifikasi keselamatan manufaktur dan regulasi internasional. Berdasarkan pedoman keselamatan, kalibrasi biosafety cabinet diwajibkan dalam beberapa skenario khusus.

Pertama, sertifikasi wajib dilakukan sesaat setelah unit baru saja diinstal sebelum diperbolehkan untuk digunakan menangani patogen. Kedua, kalibrasi mutlak dijadwalkan secara rutin minimal satu tahun sekali (atau enam bulan sekali untuk fasilitas BSL-3). Ketiga, pengujian ulang harus dilakukan setiap kali alat dipindahkan lokasinya, meskipun hanya digeser beberapa meter di dalam ruangan yang sama. Pergerakan alat dapat menyebabkan keretakan mikro pada segel gasket filter, sehingga memungkinkan patogen lolos. Keempat, proses ini juga wajib setelah perbaikan mekanis atau penggantian suku cadang utama seperti filter HEPA dan panel elektronik.

Parameter Uji dalam Sertifikasi BSC

Prosedur pengujian tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Teknisi sertifikasi akan menggunakan serangkaian alat pengukur berkalibrasi tinggi untuk menjalankan tes berikut:

  1. Inflow Velocity Test: Mengukur kecepatan udara masuk yang melewati bukaan kaca depan. Kecepatan ini harus berada pada ambang batas yang ditentukan (biasanya sekitar 100-105 feet per minute untuk Tipe A2) agar tirai pelindung efektif menahan aerosol agar tidak keluar.
  2. Downflow Velocity Test: Mengukur kecepatan udara steril yang turun secara laminar di atas area kerja, guna memastikan sampel tidak terkontaminasi dan aliran udara tidak terdistorsi.
  3. HEPA Filter Integrity Test (PAO Test): Merupakan tes paling krusial menggunakan aerosol Polyalphaolefin (PAO). Teknisi akan melepaskan asap buatan dalam jumlah masif ke hulu filter, lalu menggunakan fotometer di sisi hilir untuk mencari kebocoran. Jika kebocoran lebih dari 0,01 persen, filter wajib ditambal atau diganti.
  4. Smoke Pattern Test (Uji Pola Asap): Menggunakan tabung asap untuk memvisualisasikan arah aliran udara, memastikan tidak ada area mati (dead zone) atau udara yang memantul tidak beraturan keluar dari alat.
Memilih Teknisi Kalibrasi Bersertifikat

Sertifikasi alat keselamatan tidak boleh dilakukan oleh teknisi servis elektronik biasa. Pekerjaan ini mensyaratkan personel yang bersertifikasi dari badan seperti NSF Internasional. Teknisi tersebut harus memahami standar keselamatan bahan infeksius dan memiliki prosedur pengelolaan dekontaminasi gas, seperti penggunaan gas formaldehida atau hidrogen peroksida vaporisasi sebelum panel mesin dibongkar.

Jika laboratorium Anda perlu mengetahui dasar pemilihan unit dan desain awal sebelum masuk ke tahap perawatan pasca instalasi, informasi lebih lanjut tersedia pada artikel pilar mengenai biological safety cabinet yang merangkum keseluruhan regulasi keamanan dasar.

Share it :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *