Maintaining the Validity of Microbiological Testing: Challenges in Bacterial Isolation and Practical Solutions

Dalam pengujian mikrobiologi, mendapatkan hasil yang valid bukan hanya soal mendapatkan hasil pengujian. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar hasil tersebut tetap akurat, konsisten, dan dapat dipercaya. Mulai dari metode yang digunakan, kondisi media, mikroorganisme referensi, hingga cara kerja analis di laboratorium, semuanya dapat memengaruhi hasil akhir pengujian. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam webinar “Maintaining the Validity of Microbiological Testing: Challenges in Bacterial Isolation and Practical Solutions yang diselenggarakan oleh PT Baswara Jaya Scientific pada 5 Agustus 2026 lalu.

Peserta yang hadir kurang lebih 200 orang dari berbagai latar belakang di industri farma, F&B, pemerintah, dan sebagainya. Selama webinar, peserta diajak melihat berbagai tantangan yang dapat ditemui dalam pengujian mikrobiologi sehari-hari, khususnya dalam proses isolasi dan pertumbuhan bakteri.

Salah satu hal penting dalam pengujian mikrobiologi adalah memastikan bahwa metode yang digunakan memang sesuai dengan tujuan pengujiannya. Dalam validasi metode, beberapa karakteristik performa yang perlu diperhatikan antara lain accuracy, precision, sensitivity, specificity/selectivity, dan robustness. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan metode dapat memberikan hasil yang reliable dan sesuai dengan intended purpose. Selain itu, media kultur menjadi bagian penting dalam pengujian mikrobiologi. Media yang digunakan perlu memiliki kualitas yang sesuai agar dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang diharapkan. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain kondisi fisik media seperti warna, kejernihan, gel strength, dan pH. Dari sisi mikrobiologi, media juga perlu diperiksa untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi dan media mampu mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang sesuai. Hal ini juga menjadi salah satu topik yang banyak ditanyakan peserta. Misalnya, bagaimana penerapan Growth Promotion Test (GPT) pada media yang digunakan untuk proses fermentasi, kapan QC media perlu dilakukan, serta pemilihan media yang tepat untuk regenerasi mikroorganisme.

Reference microorganisms juga menjadi salah satu pembahasan yang cukup menarik selama webinar. Dalam pekerjaan mikrobiologi, mikroorganisme referensi digunakan untuk berbagai kebutuhan pengujian. Karena itu, kondisi kultur dan cara pemeliharaannya perlu diperhatikan. Salah satu tantangan yang dibahas adalah strain degradationakibat repeated subculturing. Subkultur yang terlalu sering dapat menyebabkan perubahan karakteristik fisiologis maupun genetik mikroorganisme, yang kemudian dapat memengaruhi viability, morphology, growth rate, recovery, dan reproducibility. Karena itu, pengendalian passage menjadi hal yang penting. Materi webinar menjelaskan bahwa kultur yang digunakan untuk pengujian performa media tidak boleh melebihi lima generasi dari commercial stock culture sesuai (ISO 11133:2014 & USP <51>). Peserta juga banyak berdiskusi mengenai passage, penyimpanan kultur, regenerasi bakteri, hingga penggunaan Selectrol sebagai reference microorganism generasi pertama (first generation culture). Helen Henderson selaku Quality Manager di TCS Bioscience memberikan sambutannya melalui rekaman video yang menyampaikan terkait komitmen TCS Bioscience dalam menjaga kualitas strain bakteri yang mereka produksi.

Diskusi menjadi salah satu bagian yang menarik dalam webinar ini. Berbagai pertanyaan dari peserta menunjukkan bahwa topik yang dibahas memang dekat dengan permasalahan yang ditemui di laboratorium. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain: Apakah GPT juga diperlukan untuk media kompleks yang digunakan dalam proses fermentasi?; Jika mikroorganisme standar sudah berada pada passage tertentu, bagaimana cara menghitung passage setelah dilakukan subkultur?, Bagaimana menangani bahan yang tidak larut, kurang larut, atau jenuh saat pengujian ALT dan AKK?; Bagaimana melakukan validasi metode untuk sampel antibiotik yang memiliki aktivitas antimikroba?.

Dari webinar ini, kita dapat melihat bahwa menjaga validitas pengujian mikrobiologi bukan hanya bergantung pada metode yang digunakan, media, reference microorganisms, passage, kondisi sampel, penyimpanan, pencegahan kontaminasi, hingga proses kerja analis semuanya dapat berperan dalam menghasilkan data mikrobiologi yang konsisten dan dapat dipercaya. Dengan memahami potensi masalah sejak awal dan mengendalikan setiap bagian dari proses pengujian, laboratorium dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam pekerjaan sehari-hari.

Terima kasih kepada narasumber dansemua peserta yang telah berpartisipasi dan aktif dalam sesi diskusi webinar ini. Semoga sharing dan diskusi yang berlangsung dapat memberikan insight yang bermanfaat.

Sampai jumpa pada Webinar dan kegiatan PT Baswara Jaya Scientific selanjutnya.

Share it :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *