Cara Menggunakan Biological Indicator dalam Proses Autoklaf yang Benar

Validasi sterilisasi tidak hanya soal instrumen yang canggih, namun sangat bergantung pada prosedur pengoperasiannya. Bahkan ketika laboratorium Anda dilengkapi dengan autoclave biological indicator strips dengan kualitas terbaik di dunia, hasil dari uji sterilisasi tidak akan sah apabila teknisi salah menempatkan indikator atau keliru dalam metode pembacaannya. Cara menggunakan biological indicator yang salah dapat memberikan perasaan aman yang palsu, yang pada gilirannya berpotensi mengancam sterilitas area ruang operasi atau hasil produksi industri. Oleh karena itu, penting untuk memahami prosedur teknisnya selangkah demi selangkah.

Tahap Persiapan dan Pengawasan Pra-Siklus
Sebelum memasukkan alat apapun ke dalam chamber mesin autoklaf, operator harus memastikan tanggal kedaluwarsa dari lot indikator biologis yang akan digunakan. Indikator yang kedaluwarsa akan kehilangan populasi sporanya secara signifikan, yang membuat pengujian menjadi invalid dan melanggar aturan kepatuhan audit medis. Selain itu, pastikan indikator selalu disimpan pada area dengan rentang suhu dan kelembapan yang direkomendasikan pabrik sebelum digunakan.

Penentuan Titik Penempatan Kritis (Cold Spot)
Langkah terpenting dalam cara menggunakan biological indicator adalah lokalisasi penempatan di dalam muatan sterilisasi. Indikator tidak boleh diletakkan begitu saja di bagian paling atas atau di lokasi yang paling mudah dijangkau oleh uap. Tujuannya adalah untuk menantang mesin autoklaf.

Setiap ruang autoklaf memiliki titik terdingin yang disebut “cold spot”, yakni area di mana uap membutuhkan waktu paling lama untuk melakukan penetrasi dan menggeser udara yang terjebak. Pada umumnya, cold spot berada di area paling bawah chamber, tepat di atas saluran keluar (drain valve). Letakkan strip indikator biologis atau test pack (PCD – Process Challenge Device) yang memuat indikator tersebut di area ini untuk memastikan tingkat penetrasi uap pada beban paling padat.

Prosedur Pasca-Siklus dan Inkubasi
Setelah mesin autoklaf menyelesaikan satu siklus penuh dan suhu telah diturunkan pada tingkat yang aman, proses pemindahan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati:

Pemindahan Aseptik: Buka kemasan dengan teknik aseptik untuk memindahkan strip spora ke dalam tabung media nutrisi kaldu tryptic soy (TSB). Penggunaan pinset steril dan ruang kerja bersih seperti Laminar Air Flow sangat disarankan. Bagi pengguna tipe EZTest atau SCBI, proses ini jauh lebih ringkas. Operator hanya perlu meremukkan ampul kaca internal tanpa membuka tutup plastik luarnya, sehingga media cair akan langsung bercampur dengan kertas spora di dalam tabung yang sama.

Tahap Inkubasi: Tabung media atau ampul SCBI kemudian diletakkan ke dalam alat inkubator yang disetel pada suhu 55 hingga 60 derajat Celcius—suhu optimal untuk perkembangbiakan Geobacillus stearothermophilus.

Penggunaan Kontrol Positif: Dalam setiap siklus pengujian, operator wajib menyertakan satu indikator biologis dari nomor lot yang sama yang tidak dimasukkan ke dalam autoklaf (tidak disterilkan). Ini disebut kontrol positif. Fungsinya adalah untuk membuktikan bahwa spora memang dalam keadaan hidup sebelum sterilisasi dan media nutrisi mampu menumbuhkan bakteri tersebut.

Interpretasi Hasil Inkubasi dan Pencatatan
Waktu yang diperlukan untuk pembacaan hasil bergantung pada jenis indikator biologis yang dipakai, mulai dari 24 jam, 48 jam, hingga 7 hari kalender.

Hasil yang diharapkan adalah tabung uji tetap jernih (untuk media cair) atau warna indikator pH tidak berubah, menandakan pertumbuhan bakteri telah dihentikan sepenuhnya oleh autoklaf. Ini diartikan sebagai hasil “Negatif” (siklus lolos). Namun, pada tabung kontrol positif, media nutrisi harus menjadi keruh atau berubah warna menjadi kuning akibat perubahan tingkat pH dari bakteri yang hidup dan bereproduksi.

Bila tabung yang masuk autoklaf ternyata menjadi keruh atau berubah warna kekuningan, hal tersebut menandakan kegagalan sterilisasi (hasil Positif). Muatan tidak boleh dipakai dan harus menjalani prosedur recall instrumen.

Kecermatan cara operasional ini wajib ditunjang oleh suplai produk yang dapat dipercaya konsistensinya. Untuk memastikan seluruh rangkaian prosedur validasi Anda berjalan tanpa hambatan birokrasi barang dan kerusakan stok, segera menghubungi PT. Baswara Jaya Scientific sebagai distributor resmi produk Biological Indicator mesalab di Indonesia untuk suplai rutin harian kebutuhan lab Anda.

Share it :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *